Terlihat muka-muka jokam-jokam pekalongan yang tak pernah terpadamkan oleh derasnya air kehidupan.
Yups, kali ini kami para jokamers bondanpala alias bondansari pecinta alam kembali beraksi lagi. Kali ini targetnya masih dalam lingkup kabupaten Pekalongan. Karena di Pekalongan diam-diam menyembunyikan keeksotisan alam yang tak dinyana oleh orang-orang. Bahkan kami yang orang Pekalongan tulen pun tak menduga, kalau di Pekalongan masih ada keindahan alam yang tersembunyi.
Woyo, kali ini kami mengarahkan tujuan kami untuk mengorek habis keindahan alam yang ada di Ujung tenggara Kabupaten Pekalongan. Ya kami semua menuju ke sebuah Desa terpencil yang berbatasan langsung dengan Kab Banjarnegara yaitu Desa Muncar yang terletak di Kecamatan Petungkriyono Kab Pekalongan. Sedikit informasi ya bahwa kecamatan Petungkriyono ini adalah satu-satunya tempat yang mempunyai hutan yang masih alami dan belum terjamah oleh kehidupan manusia. Konon-konon cerita pas kami mengadakan survei sebelum acara ini dimulai kami dapat cerita dari penduduk sana kalau dua minggu yang lalu warga menemukan mayat macat yang baru mati karena memakan racun yang warga jebakkan untuk meracun babi hutan. Wah sayang sekali ya, padahal kan hebat kalua di Pekalongan yang tercinta masih ada hewan yang langka seperti ini.
Bisa dilihat diatas adalah tempat dimana kami ngecamp alias buat bobok.
Kami start dari Bondansari pukul 09.00, padahal sih rencanya pukul 08.00 biasa lah jam karet gak usah dipermasalahkan. Kami berangakat dengan menyewa truk, hei tau gak kami menyewa truknya gak main-main lho. kami menyewa langsung dari petungkriyono langsung. Kenapa??? itu karena medan yang sangat sulit sehingga kami memang harus langsung menyewa dari sana, biar slamet hehehe...
Sampai di kecmatan pukul 12.00, kami disana isoma, terus lanjutin perjalanan. Sekitar satu jam perjalanan akhrinya kami pun harus turun dari truk. Mengapa kok harus turun?? ini dia masalah pelik yang melanda negeri ini, keadaan jalan yang hancur tak memungkinkan truk untuk lewat.
Itung-itung untuk haking, kami pun berjalan kaki sampai lokasi, keadaan jalan yang terjal dan bawaan yang amat banyak semakin memperparah keadaan. huft....
Oh ya ane lupa yang ikut acara ini 30 orang, hahaa hampir lupa.... sory cuy.
Kami tiba di lokasi buper langsung diguyur hujan yang lebat. waduh baju kami kebasahan semua dech, gak papa itu resiko bolang....
Malam hari seperti anak kemah biasa kami membuat api unggun, dan itu pun sangat bermanfaat karena udara disana sangatlah dingin.
Sekitar pukul 08.00 kami pun langsung cabut. cabut kemana???? oh ya ane ampir lupa. Tujuan kami kesini yaitu untuk melihat air terujun. Ya, di Desa Muncar ini terdapat puluhan air terju dan rata-rata tingginya 15-30 meter dan yang ingin kami tuju adalah air terjun yang menurut kami air terjun yang tertinggi yang terdapat di Kabupaten Pekalongan Yaitu curug Muncar. Curug muncar memang sangat unik, karena air terjunnya berundat-undat., pokoknya keren abiz...
Foto diatas adalah alah satu curug yang terdapat di Desa Muncar ini. Oh ya selain curug disini ada pula sumberan air panasnya, tap gak terlalu besar. Sumberan ini berasal dari gunung Rogojembanyan. Yaitu gunung yang menjadi perbatasan antara Pekalongan dan Banjarnegara.
Disini memang sangat alami tapi kami juga tak jarang menemukan bekas-bekas plastik dari makanan atau pun mie instan. Padahal sayang kan, jadi teringat lirik lagu dari musisi kesukaanku yaitu "lestarikan alam jangan cuma celoteh belaka" siapa lagi kalau bukan Bang Iwan Fals.
Untuk Pemerintah Kabupaten Pekalongan pun jangan hanya berpangku tangan. Kita mempunyai SDA yang sangat baik tapi tak didukung sarana dan prasarana.
Cukup ach nulisnya, capek tau... hehehe wkwkwkwkwk....
Keep chayo Bondanpala
Sabtu, 09 Oktober 2010
Minggu, 30 Mei 2010
Asrama sunan ibnu majah jilid 2
Tanggal 22-26 Mei 2010 pengurus LDII Pekalongan Tengah mengadakan asrama Hadits Ibnu Majah jilid 2. Acara tersebut dilaksanaka di madjid Al Barokah di Desa Bondansari Kec. Wiradesa Kab. Pekalongan.
Acara tersebut dilaksanakan selama satu minggu. Peserta yang mengikuti acara tersebut hampir mencapai 500 orang.
Para peserta yang mengikuti asrama tersebut berasal dari semua kalangan baik laki-laki, perempuan, tua maupun muda.Di dalam hadits tersebut dijelaskan tentang masalah zakat, puasa, haji dan huku-hukum islam lainnya.
Acara tersebut dilaksanakan selama satu minggu. Peserta yang mengikuti acara tersebut hampir mencapai 500 orang.
Para peserta yang mengikuti asrama tersebut berasal dari semua kalangan baik laki-laki, perempuan, tua maupun muda.Di dalam hadits tersebut dijelaskan tentang masalah zakat, puasa, haji dan huku-hukum islam lainnya.
Jumat, 28 Mei 2010
Halal Bi Halal
Kegiatan rutin yang biasa dilakukan setiap tahun adalah halal bi halal. Para pemuda dan pemudi Bondansari Selatan hampir setiap tahun melakukan halal bi halal. Kegiatan tersebut biasa dilakukan setiap habis Hari raya idul fitri.
Pada malam harinya mereka berkumpul kemudian mendatangi rumah-rumah warga untuk halal bi halal. Hal ini pun ditanggapi positif oleh para warga Bondansari. Karena mereka dapat memberikan contoh kepada generasi penerusnya untuk melanjutkan kegiatan tersebut.
Setiap rumah mereka datangi kemudian mereka berbincang-bincang sedikit dengan si pemilik rumah dan juga mereka saling meminta maaf atas perbuatan mereka selama satu tahun.
Pada malam harinya mereka berkumpul kemudian mendatangi rumah-rumah warga untuk halal bi halal. Hal ini pun ditanggapi positif oleh para warga Bondansari. Karena mereka dapat memberikan contoh kepada generasi penerusnya untuk melanjutkan kegiatan tersebut.
Setiap rumah mereka datangi kemudian mereka berbincang-bincang sedikit dengan si pemilik rumah dan juga mereka saling meminta maaf atas perbuatan mereka selama satu tahun.
Kesetiakawanan
Salah satu bagian dari pemudi Bondansari Selatan sedang melangsungkan acara pernikahan. Para muda-mudi lain pun ikut meramaikan acara tersebut.
Mereka menunjukkan kesetiakawan dari persahabatan mereka. Para sohib dari sang pengantin rela melakukan amal solih untuk melancarkan acara pernikahan tersebut.
Mereka membantu kelancaran acara tersebut dengan cara menjadi penerima tamu, pembawa suguhan dan lain-lain.
Semua itu mereka lakukan hanya untuk memeberikan kado terakhir kepada temen mereka yang telah menginjak hidup baru yaitu melakukan pernikahan.
Tidak hanya dalam pekerjaan amal sholih yang susah saja mereka kompak, tetapi sampai pekerjaan amal sholi yang ringan pun mereka kompak. Itulah istimewanya para muda-mudi Bondansari Selatan.
Mereka menunjukkan kesetiakawan dari persahabatan mereka. Para sohib dari sang pengantin rela melakukan amal solih untuk melancarkan acara pernikahan tersebut.
Mereka membantu kelancaran acara tersebut dengan cara menjadi penerima tamu, pembawa suguhan dan lain-lain.
Semua itu mereka lakukan hanya untuk memeberikan kado terakhir kepada temen mereka yang telah menginjak hidup baru yaitu melakukan pernikahan.
Tidak hanya dalam pekerjaan amal sholih yang susah saja mereka kompak, tetapi sampai pekerjaan amal sholi yang ringan pun mereka kompak. Itulah istimewanya para muda-mudi Bondansari Selatan.
Rabu, 12 Mei 2010
Perjalanan ke Dieng
Para muda-muda jokam Bondansari Pekalongan Tengah mengadakan acara hiking ke dataran tinggi Dieng.
Acara tersebut diikuti oleh 39 pemuda dari Desa Bondansari dan juga satu orang dari desa waru kidul.
Acara tersebut dimulai dari pukul 16.00 WIB hari Jumat tanggal 5 September 2008. Kami berkumpul di madrasah Bondansari. Setelah itu kami langung menuju ke Kec Bawang yang terletak di Kab Batang menggunakan mini bus yang telah kami sewa. Setelah samapi di kec. Bawang kami langsung berangkat untuk melakukan perjalanan malam yang melalui hutan Bawang. Di tengah perjalan sangatlah mengasyikkan tidak hanya suasana hutan yang menyeramkan saja juga kami dihibur oleh seorang dari teman kami yang tiduk kuat kuat untuk menahan buang air besar. Akhirnya dia pun buang air besar di jalan. Dan kami semua yang ada disekitar situ pun langsung mencium bau yang sangat tajam.
Tempat uyang pertama kami tuju adalah kawah Sileri. Kami tiba di kawah sileri pukul 09.00 pagi. Setelah puas menikmati keindahan kawah kami langsung cabut untuk menuju ke tempat tujuna berikutnya yaitu menuju ke kompleks candi Dieng. Kami tiba di tempat tersebut pada pukul 1i.00. Disana kami istirahat sejenak sambil memebeli sovenir-sovenir ynag terdapat di tempat tersebut. Setelah rasanya puas kami pun segera mencari truk untuk disewa. Akhirnya setelah bernegosiasi dengan sopir truk kami pun mendapatkan truk untuk diewa yang harganya cukup. Lalu kami pun langsung meluncur dari Dieng yang berada di Wonosobo menuju ke Desa Bondansari yaitu ke tempat pertama kali kami berkumpul.
Langganan:
Postingan (Atom)



